Long Neck suku karen di Thailand

 Mungkin kaliann cukup familiar dengan kebudayaan leher panjang di Thailand. tapi tahukah klaian kalau sebenarnya suku karen berasal dari Myanmar?

Suku Karen tinggal di daerah pedalaman di perbatasnan antara Thailand dan myanmar. Suku Karen terdiri tadi berbagai macam etnis dan didominasi oleh orang Myanmar. Suku ini berimigrasi menuju Thailand dan tinggal serta menetap disana.  Suku Karen mendiami kawasan Baan Tong Luang yang berada di Chiang Rai.

pemasangan ring dileher ini bermula dari adanya kaum perempuan yang dimangsa oleh harimau, sehingga kepala suku memutuskan untuk melakukan pemasangan ring di leher perempuan untuk tujuan melindungi diri. kemudian tradisi ini berkembang menjadi tolak ukur kecantikan.



Para wanita Suku Karen mengenakan kalung bertumpuk-tumpuk. Mereka melakukan tradisi ini sejak masih gadis. Semakin panjang leher, semakin cantik mereka di mata pria. Sejak kecil, para perempuan sudah diberi cincin kuningan agar lehernya bisa panjang sempurna. Semakin usia perempuan suku Karen bertambah, cincin di lehernya pun juga akan ditambah. Cincin leher hanya akan dilepas saat mereka menikah, melahirkan, atau meninggal. Saat dibersihkan, cincin boleh dilepas, tetapi tidak boleh terlalu sering dan harus segera dipakai kembali.

Mereka mulai memakai cincin leher panjang dari usia 5 atau 6 tahun. Dimulai dengan 5 buah cincin di leher, yang lantas ditambahkan 2 buah cincin peregangan dari tahun ke tahun. Tidak ada standar jumlah cincin leher maksimum yang bisa mereka pakai, tetapi umumnya hanya bisa mencapai 25 buah cincin.

Di usia 15 tahun, para perempuan suku Kayan dapat memilih apakah mereka akan melanjutkan perpanjangan leher seumur hidup atau berhenti total.





Komentar

Posting Komentar